Untuk seseorang yang selalu hadir dalam setiap renung hidup ku,
Aku menatap jauh ke arah luar. Benar-benar, aku merasa kesepian di sini. Ku ingat kembali saat-saat itu, saat aku bersamamu. Bercerita, bersenda gurai, tersenyum. Sungguh ingin ku bertemu dengan dirimu, berada di sampingmu. Hati ini terus bergetar mengimpikan kehadiran sosokmu di sini. Di manakah dirimu saat ini?
Jarum jam terus berjalan, hari demi hari kita jalani bersama. Memang, sebuah hubungan tak seharusnya berjalan selalu lancar dan baik-baik saja, terkadang kita harus menghadapi yang namanya masalah. Walaupun akan menimbulkan bekas, akan menitikkan air mata, akan mengumbar kekecewaan, namun semua itu akan membuat kita dapat saling merasakan betapa kita sungguh saling menyayangi, saling membutuhkan. Dan hal itu akan membuat masing-masing dari kita saling menjaga satu dengan yang lain.
Kasih, terkadang aku merasa takut, sangat takut. Masing-masing dari kita pernah merasakan, bagaimana rasanya ketika seorang yang penting dan sangat kita sayang, pergi meninggalkan kita. Aku takut akan hal itu. Ya aku tahu aku salah ketika hati ini terkadang menitikkan air matanya, namun dengan begitu aku harap kamu mengerti betapa aku menyayangimu.
Hai kasih, mengapa semua ini berlalu begitu cepat? Sungguh, aku tak ingin melalui semua ini begitu cepat, melalui saat-saat bersamamu dengan begitu singkat. Terkadang, saat aku bersamamu, aku berharap waktu akan segera berhenti seketika sehingga aku masih dapat menikmati senyummu yang indah. Ku genggam tanganmu erat-erat, berharap kamu tidak akan pergi kemana pun. "When you hold your love, dont't ever let it go, or you will loose your chance to make your dreams come true" Mungkin petika lagu ini benar. Aku tak akan membiarkanmu pergi karena aku tak ingin impianku hilang di depan mataku.
Kekasihku,
"You're the one and the last" Ingatkah kamu kalimat itu? Aku sangat sekali ingat. Tahukah kamu kasih, aku hanya menyuarakan kalimat itu hanya padamu. Mungkin memang itu hanyalah sekumpulan kata-kata tak bermakna yang aku rangkai menjadi kalimat indah. Namun tahukah kamu makna dibalik semua itu? Lebih dari sekedar satu-satunya dan yang terakhir, karena aku menyayangimu kasih
Mencoba merasakan kembali indahnya cinta, saat aku datang dan mengembara di lembah hatimu dan menggarap di ladang cintamu. Hingga aku menemukan seberkas cahaya merekah dari pintu di hadapanku dan memberikan aku seutas tali harapan menujunya
WELCOME
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
27 Juni 2012
02 Januari 2012
Biarlah Hati Yang Mengutarakan
cukup memandangmu dari kejauhan..
sudah membuat aku rasakan damai..
aku tak dapat mengumpulkan semua keberanianku..
hanya untuk menemui dan menyapa diri mu..
cukup menuliskanmu sepucuk surat rahasia..
mampu memberi ku sebuah ketenteraman hati..
aku tak mampu mengutarakan semuanya..
ketika ku memandang diri mu..
cukup mengirimkanmu sebuah sms pendek..
telah mampu membuat aku merasa tenang dan nyaman..
aku tak bisa menggerakkan jemariku untuk menekan tombol 'call'..
karena aku tak mampu berkata lagi..
aku tau aku memang pecundang, aku memang bodoh..
aku tak mempunyai seserpih pun keberanian yang tersisa..
namun aku tak peduli dengan apa pun itu..
aku masih memiliki hati, perasaan yang menjaga ku selama ini..
mungkin aku memang tak sanggup berkata di hadapan mu..
namun biarlah hati ini yang mengutarakan segalanya..
ketika mulut bisa mengatakan sebuah kebohongan..
hati selalu mengatakan sebuah kebenaran..
mungkin aku tak mampu menuliskan rangkaian kata indah untuk mu..
namun biarlah hati ini yang menuliskan semua hal indah yang ada pada mu..
karena ketika tangan dapat melakukan sebuah hal yang di ada-ada..
hati selalu melakukan hal yang memang seharusnya ada..
22 Desember 2011
Suratmu
senyum ku merekah..
ku tatap semua surat surat dari mu..
kertas yang penuh dengan lipatan..
masih tersimpan rapih dalam lokerku..
ku baca kembali surat dari mu..
kata demi kata, baris demi baris..
guratan tinta yang kau titikkan..
membuat kalbu merasakan kedamaian..
mungkin tulisan mu tak seindah kaligrafi seniman..
namun dengan guratan tinta hitam yang kau goreskan..
membuatku mengerti..
bukanlah guratan tersebut yang kau suratkan..
tapi semua rasa yang kau siratkan dalam guratan tersebut..
membuat suratmu melebihi indahnya kaligrafi terindah di dunia..
setiap goresan dan guratan tinta di surat mu..
membuatku merasakan indahnya dunia..
membuatku ingat..
akan indahnya saat saat ku bersama mu..
mungkin itu hanyalah surat
yang kecil, penuh dengan lipatan..
namun di balik semua guratan tinta dari tangan mu..
memiliki sejuta keindahan yang tak dapat ku temui di mana pun..
semua dalam suratmu..
membuatku terhipnotis, tuk memiliki dirimu..
membuatku merasakan, senandung cinta yang kau siratkan..
ku harap ku dapat miliki diri mu..
ku tatap semua surat surat dari mu..
kertas yang penuh dengan lipatan..
masih tersimpan rapih dalam lokerku..
ku baca kembali surat dari mu..
kata demi kata, baris demi baris..
guratan tinta yang kau titikkan..
membuat kalbu merasakan kedamaian..
mungkin tulisan mu tak seindah kaligrafi seniman..
namun dengan guratan tinta hitam yang kau goreskan..
membuatku mengerti..
bukanlah guratan tersebut yang kau suratkan..
tapi semua rasa yang kau siratkan dalam guratan tersebut..
membuat suratmu melebihi indahnya kaligrafi terindah di dunia..
setiap goresan dan guratan tinta di surat mu..
membuatku merasakan indahnya dunia..
membuatku ingat..
akan indahnya saat saat ku bersama mu..
mungkin itu hanyalah surat
yang kecil, penuh dengan lipatan..namun di balik semua guratan tinta dari tangan mu..
memiliki sejuta keindahan yang tak dapat ku temui di mana pun..
semua dalam suratmu..
membuatku terhipnotis, tuk memiliki dirimu..
membuatku merasakan, senandung cinta yang kau siratkan..
ku harap ku dapat miliki diri mu..
19 Desember 2011
Kenangan Cerita Cintaku
jadi ini yang namanya cinta?
tak sanggup aku terima semua ini..
semua siksaan kalbu yang aku rasakan..
seluruh air mata yang ku teteskan..
ukiran ukiran manis..
yang dulu engkau buat dalam kalbu ini..
kini hanyalah tinggal goresan tipis..
engkau menghapusnya dari lapisan hati ini..
engkau m
emberikanku sebuah cubitan lirih..
yang menyadarkan ku..
bahwa ini bukanlah cinta..
ini hanyalah sebuah cerita ironis dalam sepenggal cerita hidupku..
setiap cambukan yang kau lontarkan pada kalbu ini..
memberikan ku sebuah hentakan batin..
mengajak ku tuk keluar dari penjara hidup..
yang telah mengurungku sekian lamanya..
setiap tetes air mata yang mengalir..
mejadi teman tangis ku..
setiap jeritan yang hati ini teriakkan..
menjadi teman sedih ku..
hai kasih..
tidakkah kau dengar?
suara tangis hati ini?
jeritan lirih kalbu ini?
inginkan cerita cinta ini terus berlanjut..
tak sanggup aku terima semua ini..
semua siksaan kalbu yang aku rasakan..
seluruh air mata yang ku teteskan..
ukiran ukiran manis..
yang dulu engkau buat dalam kalbu ini..
kini hanyalah tinggal goresan tipis..
engkau menghapusnya dari lapisan hati ini..
engkau m
emberikanku sebuah cubitan lirih..yang menyadarkan ku..
bahwa ini bukanlah cinta..
ini hanyalah sebuah cerita ironis dalam sepenggal cerita hidupku..
setiap cambukan yang kau lontarkan pada kalbu ini..
memberikan ku sebuah hentakan batin..
mengajak ku tuk keluar dari penjara hidup..
yang telah mengurungku sekian lamanya..
setiap tetes air mata yang mengalir..
mejadi teman tangis ku..
setiap jeritan yang hati ini teriakkan..
menjadi teman sedih ku..
hai kasih..
tidakkah kau dengar?
suara tangis hati ini?
jeritan lirih kalbu ini?
inginkan cerita cinta ini terus berlanjut..
01 September 2011
Penyesalanku yang Terdalam
Entah harus berbuat apa..
Hanya kebohongan belaka yang akan tampak bila kuteruskan semua hal dusta ini..
Namun juga tak mungkin aku berpaling ke masa lalu..
Karena yang akan kudapat hanyalah harapan palsu..
Maaf..
Ya, mungkin hanya satu kata ajaib itulah yang dapat ku ucapkan..
Mungkin kau hanya akan menganggapnya sebagai hembusan angin yang hanya sekedar lewat..
Memang, kata itu terlalu singkat untuk mewakili semua kesalahanku..
Juga terlalu sederhana untuk dituturkan di hadapanmu..
Namun aku harap, kata kecil nan indah tersebut
Mungkin memang banyak luka yang ku tinggalkan untukmu selama ini..
Banyak goresan sanubari yang telah ku perbuat, perihnya sayatan yang telah ku lakukan..
Sebuah luka memang dapat terobati..
Namun, luka itu tak akan terobati ketika luka itu menjadi abadi..
Seandainya engkau mengerti keadaanku sekarang ini..
Menghadapi kejamnya hidup tanpa sosokmu yang ku harapkan hadir dalam taman hatiku..
Lembah sanubariku terasa hampa tanpa sosokmu yang selalu mengembara di sana..
Dadaku sesak menimbun beribu penyesalanku yang telah menggunung dalam kalbu..
Ingin rasanya ku hempaskan semuanya dan kubebaskan semua sesalku..
Namun aku tak tahu, itu semua percuma dan tak akan berarti lagi..
Karena sesalku itu, sesal abadi..
28 Agustus 2011
Pintu Cahaya Harapan Baru
Ketika semua terlihat gelap gulita, takutku memuncak penuhi pikiranku..
Tepat di sana engkau datang dari kejauhan berjalan perlahan menuju aku..
Dengan membawa seberkas cahaya dengan hiasan senyuman manismu..
Engkau menuntunku diterangi berkas cahaya melewati jalan kecil ini..
Di kala aku terjatuh dala
m jurang kekelaman, harapanku putus ditelan kekelaman..
Engkau muncul dari atas tepi jurang dengan sebersit senyum harapan..
Engkau berikan aku seutas tali dan membawa ku pergi dari dasar jurang yang kelam..
Menolongku dengan seutas tali telah menolong jiwaku yang telah lama jatuh..
Ketika semua pergi menjauh dariku, aku sendiri hanya ditemani bisikan rintih sanubariku..
Engkau menghampiri aku perlahan-lahan dengan menyisipkan senyum dalam wajahmu..
Duduk menemaniku, menatapku indah seindah laksana terang rembulan di gelapnya malam..
Engkau memberikanku sebuah arti baru dalam kehidupanku yang telah lama mati termakan kenangan..
Setelah sekian lama aku menanti hadirnya sosok yang ku harapkan..
Aku baru menyadarinya setelah segalanya yang telah engkau bersitkan dalam hidupku..
Engkaulah perempuan tersebut, bidadari cinta yang senantiasa menggoreskan sedikit sayatan manis dalam dinding sanubariku..
Mengawalku melewati jalan kecil yang terbuat dari berkas-berkas cahaya..
Memanduku menuju sebuah pintu cahaya harapan baru..
Dimana di dalamnya aku dapat menemukan bunga-bunga menari riang..
Kupu-kupu bernyanyi ria bersama lebah-lebah yang mendengung bahagia..
Rumput-rumput berdansa mengikuti alunan nada-nada nan indah..
Senyum matahari yang merekah hangatkan jiwaku..
Dimana aku dapat menemukan kebahagian di sana..
Dan aku akan mempertahankan kebahagian itu bersamamu, kasih..
11 Juli 2011
Harapan
Harapan..
Hanya itulah yang dapat membuat ku bertahan dari segala gertakan dunia..
Memberikan sebuah kekuatan baru untuk mendobrak segala dinding penghalang hidupku..
Aku bersandar padanya untuk menantikan sebuah hadirnya mukjizat dalam hidupku..
Tatkala waktu semakin menua mengais perlahan harapan-harapanku yang tersisa..
Hari-hari ku habis termakan harapanku sendiri yang semakin menipis..
Kekuatanku perlahan semakin memudar dan lenyap ditelan keputus asaan..
Hanya akan tersisa sebuah harapan palsu yang akan menyayat tipis sanubariku..
Aku tak sanggup lagi untuk bersandar padanya, hanya akan
meninggalkan goresan luka..
Mengandalkan kekuatan yang ku miliki untuk mendobrak sebuah pintu kebenaran..
Namun aku tak mampu mengandalkan kekuatan fisikku sepenuhnya, aku tak sanggup..
Aku hanya mampu duduk bersandar pada sebuah kursi tua nan lemah tak berdaya..
Menatap dari kejauhan semua harapanku yang dulu kubanggakan melalui jendela hati..
Harapan ku, dulu aku jadikannya kekuatan hidupku, pegangan hidup yang menopang jalan hidupku..
Namun sekarang harapanku lah yang membunuhku sendiri secara perlahan..
01 Juli 2011
Kenyataan Hidupku
Salah kah aku?
Berdiri sendiri di sini di tengah-tengah bayang harapanku..
Menunggu kembali hadirnya sosokmu dalam hidupku..
Untuk mengisi ruang hatiku dan menghiasi kembali taman hatiku..
Telah lama aku menanti, terlalu lelah aku tunggu..
Ku cari ke seluruh penghujung dunia mencari hati..
Namun tak kunjung aku temukan perempuan layaknya dirimu..
Sesalku pun memuncak dalam sanubariku..
Air mataku menetes perlahan ketika ku kenang diri mu..
Mengenang segala kisah suka denganmu dan luka..
Baru ku sadari salah ku selama ini, melepas bidadari kecil nan manis..
Dan kini ku hanya bisa memandang mu dari kejauhan..
Meratapi sebuah ratapan yang kualami saat ini..
Jauh dalam hati, sanubari ku menjerit kesakitan..
Memang, kenyataan ini begitu pahit untuk dirasa..
Terlalu gelap untuk dilihat, terlalu perih untuk dikenang..
Ternyata benar apa yang mereka ucapkan..
Kenyataan hidup memang kejam bila dibanding dengan kenangan..
17 April 2011
I Love You
I love you..
Begitulah katanya..
Dengan untaian bunga dan iringan alunan musik..
Dihiasi gemerlap bintang yang bertebar di langit malam..
Mereka mengatakan itu..
I love you..
Begitu bunyinya..
Ditemani rintik hujan basahi wajahnya..
Dan diterangi sinar rembulan..
Kalimat itu yang terucap..
I love you..
Begitu mereka menyanyikannya..
Dengan suara petikan senar gitar yang indah..
Ditambah alunan suara emas yang menyentuh hati..
Mereka menyanyikannya..
I love you..
Begitulah yang ku katakan..
Begitulah yang ku ucapkan..
Tanpa senar gitar, dan suara emas..
Tanpa rintik hujan ataupun sinar rembulan..
Tanpa untaian bunga ataupun alunan musik..
I love you..
Walaupun tanpa semua itu..
Tapi aku masih memiliki hati ini..
Hati ku yang bernyanyi untuk mu..
Hati ku yang menyinari kita..
dan hati ku lah yang ku berikan untuk mu seorang..
Begitulah katanya..
Dengan untaian bunga dan iringan alunan musik..
Dihiasi gemerlap bintang yang bertebar di langit malam..
Mereka mengatakan itu..
I love you..
Begitu bunyinya..
Ditemani rintik hujan basahi wajahnya..
Dan diterangi sinar rembulan..
Kalimat itu yang terucap..
I love you..
Begitu mereka menyanyikannya..
Dengan suara petikan senar gitar yang indah..
Ditambah alunan suara emas yang menyentuh hati..
Mereka menyanyikannya..
I love you..
Begitulah yang ku katakan..
Begitulah yang ku ucapkan..
Tanpa senar gitar, dan suara emas..
Tanpa rintik hujan ataupun sinar rembulan..
Tanpa untaian bunga ataupun alunan musik..
I love you..
Walaupun tanpa semua itu..
Tapi aku masih memiliki hati ini..
Hati ku yang bernyanyi untuk mu..
Hati ku yang menyinari kita..
dan hati ku lah yang ku berikan untuk mu seorang..
26 Maret 2011
Kenanglah
Tak dapat lagi ku pungkiri kenyataan ini, kenyataan pahit yang harus ku rasa..
Tak bisa ku lari dari nya, hanya akan menimbulkan luka dalam lubuk sanubari ..
Melawannya hanya akan membuat kalbu merintih kesakitan..
Andai ku bisa putar waktu, kembali menghadap masa lalu..
Ku ingin menjadi aku yang dulu..
Aku yang selalu menebar senyuman kebahagiaan..
Aku yang dulu selalu tertawa melihat segala hal..
Aku yang belum mengerti apa itu rasanya sakit..
Namun, sekarang inilah aku..
Yang terdampar di sebuah dunia fana yang terbelenggu oleh kekelaman..
Dalam sebuah kenyataan pahit tanpa ada lagi seringai manis dari bibirku..
Senyuman bahagiaku dulu telah hilang ditelan suramnya kesedihan..
Aku yang tak mengerti lagi apa itu bahagia, tak pernah lagi kurasakan..
Hanya sakit, kecewa, kepedihan yang selalu menemani hari-hari ku..
Tak ada lagi senyum, ataupun tawa dalam hidupku..
Namun, saat aku terpuruk, tenggelam dalam keputus asaan..
Kau selalu datang menghampiri ku, membawaku keluar dari padanya..
Mengusir segala gundah rasa yang selalu menggelumut dalam hari-hariku..
Engkau mengembalikan senyum ku yang dulu hilang ditelan oleh kesedihan..
Kau siratkan sebersit cinta, sebuah cahaya harapan baru untukku..
Kau buat ku mengerti makna hidup ini, bagaimana suka ataupun luka hidup..
Memang, tak ada yang abadi dalam hidup..
Ada saat dimana aku akan meninggalkan semua ini menuju sebuah pintu harapan baru..
Namun satu yang perlu kau tahu, aku tak akan pernah meninggalkanmu..
Dan cinta yang telah aku jaga selama ini akan tetap selalu menemani mu..
Menjaga mu dan menghiasi hari-hari mu nanti..
Terima kasih...
Untuk hari-hari yang telah ku lewatkan denganmu..

Untuk segala cinta yang kau siratkan untukku..
Untuk semua yang telah kau berikan padaku..
Biarlah cinta ini menjadi satu-satunya yang hidup..
Yang akan kau simpan dalam ruang kecil hati kecil mu..
Kenanglah aku di saat aku tak dapat bersamamu lagi..
Tak bisa ku lari dari nya, hanya akan menimbulkan luka dalam lubuk sanubari ..
Melawannya hanya akan membuat kalbu merintih kesakitan..
Andai ku bisa putar waktu, kembali menghadap masa lalu..
Ku ingin menjadi aku yang dulu..
Aku yang selalu menebar senyuman kebahagiaan..
Aku yang dulu selalu tertawa melihat segala hal..
Aku yang belum mengerti apa itu rasanya sakit..
Namun, sekarang inilah aku..
Yang terdampar di sebuah dunia fana yang terbelenggu oleh kekelaman..
Dalam sebuah kenyataan pahit tanpa ada lagi seringai manis dari bibirku..
Senyuman bahagiaku dulu telah hilang ditelan suramnya kesedihan..
Aku yang tak mengerti lagi apa itu bahagia, tak pernah lagi kurasakan..
Hanya sakit, kecewa, kepedihan yang selalu menemani hari-hari ku..
Tak ada lagi senyum, ataupun tawa dalam hidupku..
Namun, saat aku terpuruk, tenggelam dalam keputus asaan..
Kau selalu datang menghampiri ku, membawaku keluar dari padanya..
Mengusir segala gundah rasa yang selalu menggelumut dalam hari-hariku..
Engkau mengembalikan senyum ku yang dulu hilang ditelan oleh kesedihan..
Kau siratkan sebersit cinta, sebuah cahaya harapan baru untukku..
Kau buat ku mengerti makna hidup ini, bagaimana suka ataupun luka hidup..
Memang, tak ada yang abadi dalam hidup..
Ada saat dimana aku akan meninggalkan semua ini menuju sebuah pintu harapan baru..
Namun satu yang perlu kau tahu, aku tak akan pernah meninggalkanmu..
Dan cinta yang telah aku jaga selama ini akan tetap selalu menemani mu..
Menjaga mu dan menghiasi hari-hari mu nanti..
Terima kasih...
Untuk hari-hari yang telah ku lewatkan denganmu..

Untuk segala cinta yang kau siratkan untukku..
Untuk semua yang telah kau berikan padaku..
Biarlah cinta ini menjadi satu-satunya yang hidup..
Yang akan kau simpan dalam ruang kecil hati kecil mu..
Kenanglah aku di saat aku tak dapat bersamamu lagi..
19 Februari 2011
Ku Sembunyikan Semuanya
Andai engkau dapat lihat aku di sini..
Keterpurukan, kesakitan, kepedihan..
Semua datang kepadaku dengan tiba-tiba, tak dapat ku menolaknya..
Membuatku muak akan segala hal yang telah ku perbuat..
Tak pernah bisakah kau mengerti sedikit saja akan diriku sekarang..
Ataupun melihat diri ku di sini lewat jendela sanubari..
Betapa berat beban hidup yang aku tanggung hanya untuk mu seorang..
Beribu kata maaf, bahkan berjuta..
Semua telah terlontar dari mulut manis mu, terucap dari bibir kecilmu..
Dan sebanyak itu juga aku mengatakan, "iya, aku maafkan"..
Segelumut cinta pun aku siratkan dalamnya..
Namun tak pernahkah kau sadari, atau melihat sebuah kenyataan..
Bagaimana hati kecilku ini menjerit menangis..
Menahan segala perih yang tak tertahankan olehnya..
Yang mungkin belum pernah kau rasakan sebelumnya..
Kau selalu memaksa ku untuk mengerti akan dirimu di sana..
Akan seluk beluk hidup mu di sini yang tak kunjung tiada akhirnya..
Namun, kau tak pernah sedikit pun tahu bahkan mengerti tentang perasaan ini..
Senyum manis yang selalu kau lemparkan pada ku setiap kali kita bertemu..
Membuat jiwa ini terasa tenang dan damai ketika menatapnya..
Namun, senyum itu juga yang selalu kau beri kepadanya tanpa aku tahu sedikitpun..
Yang membuat hati ini berteriak menahan perih..
Mungkin setelah ini engkau akan melihat sebuah cermin kebenaran..
Tak ada lagi air mata atau pun kekecewaan dalam diri ku..
Aku akan selalu memberimu segelumut cinta yang akan bersemi dalam lembah cintamu..
Sebagai tanda terima kasih atas segala nya yang telah kau beri..
Namun satu yang tak akan pernah kau tahu dari padanya..
Air mata dan kekecewaan yang kau pikir sudah lenyap dari ku..
Semua aku sembunyikan dan ku pendam dalam ruang hatiku..
Walaupun wajah berikan senyum namun hati menerima sakit yang lebih..
Karena setiap kali aku akan berikan senyum ku padamu..
Semakin perih dan sakit pula yang akan aku rasakan dalam hati ku..
Namun, sebegitu banyak sakit dan perih yang kau berikan untukku..
Aku akan tetap mencintaimu, kasih..
15 November 2010
Sekuntum Mawar Cinta
Dulu aku mengerti apa itu kebahagiaan..
Ku dapat memandang mata mu yang indah..
Kuduk di samping mu, menggenggam tangan mu..
Dan itu adalah kebahagiaan bagi ku..
Dan ku melihat sebuah mawar..
Berwarna merah terang indah..
Berdiri tegap dengan tangkai yang kuat..
Dan tampak sebuah senyuman terpancar dari pada nya..
Namun semua berubah..
Kini yang ku rasakan adalah kesakitan..
Tak ku mengerti lagi, apa itu bahagia?
Hanya 1 hal yang ku rasakan..
Sakitnya dikhianati oleh seorang yang dicintai..
Dan kini ku melihat warna itu kembali..
Namun mawar itu tampak gelap dan layu..
Merunduk ke bawah karena tangkai nya yang lemah..
Dan hanya tercermin kesedihan, kesakitan, dan kematian..
Dan kini kau kan sadari..
Bahwa mawar itu..
Adalah hati ku..
13 November 2010
Rasa yang Kupendam
Indahnya masa lalu..
Saat semua di sini..
Diri mu bersama ku..
Ditemani cahaya sang rembulan..
Dalam redupnya malam..
Sepatah kata terlontar..
Menghidupkan suasana..
Yang tadinya mati..
Tawa canda kau lepaskan..
Senyum manis dari bibir mu..
Tatapan mata yang indah..
Kau pancarkan sejuta harapan..
Yang mampu membuat hati ini tersenyum kembali..
Kini tak bisa ku dustai lagi..
Tak dapat lagi ku hindari kenyataan ini..
Rasa yang telah ku pendam sendiri..
Sebuah kenyataan dan rasa bahwa..
Aku menyayangi mu..
22 Juni 2010
Cinta
Cinta memang tidak bisa ditebak kapan ia datang, kapan pergi..
Namun sesungguhnya cinta itu tidak pernah pergi..
Dia akan selalu menetap di hati seseorang selamanya..
Cinta tidak bisa dilihat kapan muncul, kapan menghilang..
Namun sebenarnya cinta itu tidak bisa menghilang..
Dia akan selalu menunjukkan dirinya setiap waktu..
Cinta itu hidup, dan terkadang mati..
Namun sesungguhnya cinta itu tidak akan mati..
Dibunuh tidak akan mati, dia hanya merasa sakit..
Cinta itu ada yang pertama, ada yang terakhir..
Namun sebenarnya cinta itu tidak bisa diurutkan..
Karena sekali cinta, akan tetap cinta selamanya..
Cinta itu benar, dan juga salah..
Namun sesungguhnya cinta itu selalu benar..
Cinta tidak bisa disalahkan karena memang tidak pernah salah..
Cinta itu memaafkan..
Namun sebenarnya cinta itu tidak perlu maaf..
Karena cinta tidak pernah bersalah..
Cinta itu baik..
Karena cinta selalu menaburkan kebahagiaan di hati kita..
Cinta itu menyakitkan..
Karena cinta bisa membuat hati kita rindu..
Namun cinta itu terkadang jahat..
Karena cinta bisa membakar kita dengan api cemburu nya..
Biarlah bagaimana pun..
Cinta bukanlah hal yang berhubungan dengan ilmu apapun..
Karena cinta menyangkut hati..
08 Juni 2010
Guru
hai bloggers!
sebenernya ini puisi cuma buat tugas aja. ya waktu itu sih gue cuma disuruh buat puisi tentang guru aja. ya maklum lah.
dari pada ditulis dikumpul terus ilang, mending ditaro disini. hehe..
moga" bermanfaat ya buat para bloggers!
Di saat semua murid mu masih tertidur lelap..
Kau beranjak dari tempat tidur mu saat subuh..
Kau melawan rasa kantuk yg masih menyelimuti diri mu..
Di saat semua murid mu mulai terbangun..
Kau di sana mengendarai motor mu dalam kemacetan..
Panas, gerah, pegal..
Itu semua sudah menjadi sarapan mu pagi hari..
Di saat semua murid mu pergi ke sekolah..
Kau sudah berada di sana 1 jam yg lalu..
Kau menunggu mereka bersama embun pagi..
Hanya untuk bisa melihat wajah berseri mereka..
dan menyapa mereka," Selamat pagi!"
Tapi apalah kata mereka..
Hanya sedikit dari mereka yg membalas sapaan mu.
Mereka hanya mempercepat langkah mereka menuju kelas..
Dan di saat itu kau hanya tersenyum..
Kau masuk kelas membawa sejuta ilmu..
Untuk kau bagikan pada murid" mu..
Tapi mereka hanya membalas kedatangan mu..
Dengan raut wajah mereka yg mengatakan," Kok dateng sih..?"
Saat mereka salah, kau menasehati mereka..
Itu semua karena kau begitu sayang pada mereka..
Tapi mereka memandang mu salah..
Mereka anggap kau kejam..
Saat bel pulang berbunyi..
Semua murid berteriak girang..
Bukan karena mereka mendapat ilmu baru..
Namun karena dapat pergi dari sekolah..
Di saat yg sama, kau tidak berteriak kegirangan..
Melainkan sedih..
Karena kau akan berpisah dengan murid" mu..
Di saat murid" mu bermain gembira..
Kau di sana berfikir keras..
Membuat kan soal ujian sesuai kemampuan mereka..
Hingga tengah malam datang..
Di saat semua murid tertidur lelap..
Kau masih membuat soal untuk mereka..
Kini kami, akan pergi..
Pergi menuntut ilmu di berbagai tempat..
Kami berjanji..
Kami akan datang kembali kemari..
Untuk berterima kasih pada mu..
Akan semua ilmu yg kau berikan pada kami..
Terima kasih..
Guru ku..
sebenernya ini puisi cuma buat tugas aja. ya waktu itu sih gue cuma disuruh buat puisi tentang guru aja. ya maklum lah.
dari pada ditulis dikumpul terus ilang, mending ditaro disini. hehe..
moga" bermanfaat ya buat para bloggers!
Di saat semua murid mu masih tertidur lelap..
Kau beranjak dari tempat tidur mu saat subuh..
Kau melawan rasa kantuk yg masih menyelimuti diri mu..
Di saat semua murid mu mulai terbangun..
Kau di sana mengendarai motor mu dalam kemacetan..
Panas, gerah, pegal..
Itu semua sudah menjadi sarapan mu pagi hari..
Di saat semua murid mu pergi ke sekolah..
Kau sudah berada di sana 1 jam yg lalu..
Kau menunggu mereka bersama embun pagi..
Hanya untuk bisa melihat wajah berseri mereka..
dan menyapa mereka," Selamat pagi!"
Tapi apalah kata mereka..
Hanya sedikit dari mereka yg membalas sapaan mu.
Mereka hanya mempercepat langkah mereka menuju kelas..
Dan di saat itu kau hanya tersenyum..
Kau masuk kelas membawa sejuta ilmu..
Untuk kau bagikan pada murid" mu..
Tapi mereka hanya membalas kedatangan mu..
Dengan raut wajah mereka yg mengatakan," Kok dateng sih..?"
Saat mereka salah, kau menasehati mereka..
Itu semua karena kau begitu sayang pada mereka..
Tapi mereka memandang mu salah..
Mereka anggap kau kejam..
Saat bel pulang berbunyi..
Semua murid berteriak girang..
Bukan karena mereka mendapat ilmu baru..
Namun karena dapat pergi dari sekolah..
Di saat yg sama, kau tidak berteriak kegirangan..
Melainkan sedih..
Karena kau akan berpisah dengan murid" mu..
Di saat murid" mu bermain gembira..
Kau di sana berfikir keras..
Membuat kan soal ujian sesuai kemampuan mereka..
Hingga tengah malam datang..
Di saat semua murid tertidur lelap..
Kau masih membuat soal untuk mereka..
Kini kami, akan pergi..
Pergi menuntut ilmu di berbagai tempat..
Kami berjanji..
Kami akan datang kembali kemari..
Untuk berterima kasih pada mu..
Akan semua ilmu yg kau berikan pada kami..
Terima kasih..
Guru ku..
06 Maret 2010
Jangan Lagi
Jangan lagi kau menangis..
Hanya karena cemburu hati..
Karena satu hal yang pasti..
Hanya kau lah yang ku cintai..
Jangan sekalipun..
Kau campakkan aku..
Karena aku..
Masih menyayangi mu..
Tak perlu kau rindu..
Rinduk pada ku..
Karena aku tak akan pernah pergi..
Selalu ada tuk temani mu di hati mu..
Janganlah kau takut..
Akan kehilangan diri ku..
Karena aku..
Sudah menjadi milik mu..
Untuk selama nya..
05 Maret 2010
Jarak
Jangan pernah..
Kau permasalahkan..
Soal jarak..
Jangan sekalipun..
Kau buang air matamu..
Hanya untuk jarak..
Dan jangan sampai..
Hati mu hinggap..
Di hati lain..
Hanya karena jarak..
Percayalah..
Jarak bukan lah suatu masalah..
Yangg dapat pisahkan kita..
Karena aku yakin..
Dan ku tahu kau juga yakin..
Bahwa tidak ada yangg bisa..
Untuk pisahkan kita..
Kecuali Dia..
04 Maret 2010
Di Sanalah Aku Hidup
Telah lama kita bersama..
Habiskan waktu bersama..
Senyum, canda, tawa..
Kita bertatap ria bersama..
Namun suatu ketika..
Ada kala nya saat..
Sebuah canda, berubah menjadi kepedihan..
Sebuah tawa, menjadi tangis air mata..
Sebuah senyum, tak terlontar..
Sebuah tatap muka kesedihan..
Tak pernah bosan..
Tak pernah jera..
Tuk saling menghibur..
Hingga semua berbalik 180 derajat..
Kini kusadari..
Tak bisa lagi ku cari..
Tak usah lagi dunia ku jelajahi..
Tak perlu ku mengarung..
Tuk dapatkan hidup dan mati ku..
Disini kau ada untuk ku..
Di samping ku..
Di hati ku..
Di fikirku..
Di hidupku..
Saat kau bersenda gurau..
Merasakan manis nya kehidupan..
Di sanalah ku rasakan hidup..
Hartaku Paling Berharga
Jauh ku menatap..
Ke langit hampa..
Namun selalu tersirat bayang mu..
Lama ku merenung..
Dalam pikir tak tertuju..
Selalu datang bayang mu..
Sepi ku berdiri..
Sendiri disini..
Selalu kau hadir temani ku..
Tak pernah kau pergi..
Tinggalkan ku sendiri..
Selalu kau temani aku..
Di kala aku butuh maupun tidak..
Kau selalu hadir dalam hidup ku..
Sungguh benar ini..
Aku tak ingin kau pergi..
Aku tak ingin kau tinggalkan aku..
Terlebih..
Ku tak ingin kehilangan diri mu..
Karena kau..
Harta ku paling berharga..
20 Januari 2010
Tugasku
Kemarin..
Aku sangat ingat waktu itu..
Tak bisa hilang dari lintas ku..
Karena..
Terlalu perih untuk diingat..
Tak sadar ku telah menitikkan air mata..
Saat ku lihat itu entah mengapa ku harus jalani semua ini..
Bila ku boleh tuk jujur..
Ku tak ingin menitikkan air mataku..
Namun ku tak bisa tuk tahan lagi air mata ini membanjiri pipi ku..
Kenapa Tuhan?
Kau Kau berikan cobaan ini pada ku?
Mengapa tak pada yang lain?
Ku tahu ini tugas ku..
Sebagai pendamping nya..
Namun ku tak yakin..
Bisa kah ku tangani semua itu..
Ku sadar..
Cinta memang butuh pengorbanan..
Ku harus berkorban apa pun untuk nya..
Karena dia adalah orang yang aku cinta..
Langganan:
Postingan (Atom)
